Analisis Pertandingan

Analisis Pertandingan : Atletico Madrid 2-3 Liverpool

Kurang lebih sudah sekitar 1.5 tahun lamanya sejak terakhir kali kedua tim ini bertanding. Pada duel sebelumnya yang terjadi pada musim 2019/20, Atletico Madrid berhasil menyingkirkan Liverpool pada babak 16 besar Liga Champions dengan agregat 4-2. Di musim ini, kedua tim kembali bertemu di pertandingan Grup B. Dan Atletico tetaplah Atletico. 

Meski Atletico kembali bisa menyulitkan Liverpool, nyatanya  sekarang Liverpool sudah mempunyai solusi untuk menghadapi permainan spartan dan  blok rendah dari Atletico. Berbeda dengan pertandingan 1.5 tahun yang lalu dimana pertandingan berjalan alot, pertandingan kali ini menghasilkan lima gol yang dimana dua disumbangkan oleh Atletico dan tiga disumbangkan oleh Liverpool. Karena pertandingan ini menghasilkan banyak gol, menarik untuk kita bahas sama-sama cara kedua tim bermain pada pertandingan ini.

Susunan Pemain

Susunan pemain kedua tim (WhoScored.com)

Atletico menggunakan formasi awal 3-5-2. Di posisi penjaga gawang sudah pasti diisi oleh nama Jan Oblak. Di pos bek tengah Diego Simeone memercayakan pos ini untuk diisi oleh Mario Hermoso, Geoffrey Kondogbia, dan Felipe. Tiga gelandang tengah yang diturunkan ada Koke, Thomas Lemar, dan Rodrigo De Paul. Sedangkan, di posisi bek sayap Kierran Trippier dan Yannick Carrasco yang akan mengisi posisi tersebut. Di lini depan Joao Felix dan Antoine Griezmann dipercaya untuk menjadi ujung tombak bagi Atletico.

Di sisi lain, Liverpool menggunakan formasi awal 4-3-3. Posisi penjaga gawang diisi oleh Alisson Becker. Di lini belakang Jurgen Klopp menurunkan Andrew Robertson, Virgil Van Dijk, Joel Matip, dan Trent Alexander-Arnold. Trio gelandang tengah yang bermain ada James Milner, Jordan Henderson, dan Naby Keita. Di lini depan Jurgen Klopp memercayakan trio lini depan mereka untuk diisi oleh Mohamed Salah, Roberto Firmino, dan Sadio Mane.

Blok rendah Atletico membuat Liverpool kesulitan melakukan penetrasi serangan

Atletico yang sedang bertahan dengan skema 5-3-2.

Pada pertandingan ini Atletico lebih banyak bermain menggunakan blok  pertahanan rendah. Formasi awal 3-5-2 Atletico akan bertransformasi menjadi 5-3-2 ketika bertahan. Di depan Griezmann dan Felix yang berposisi sebagai penyerang tengah akan diinstruksikan untuk melakukan blok jalur umpan ke gelandang Liverpool (Henderson, Milner, dan Keita).

Dan juga Ketiga gelandang dari Atletico (Koke, Lemar, dan De Paul) akan bermain lebih rapat ke dalam. Mengapa demikian? Pergerakan dari pemain Atletico yang lebih bergerak ke dalam ini bertujuan untuk menyulitkan pemain Liverpool melakukan penetrasi ke area tengah. Lalu, pergerakan dari dua bek sayap (Carrasco dan Trippier) turun sejajar dengan bek tengah yang bertujuan untuk meminimalisir terjadinya celah di sayap.

Dua penyerang blok jalur umpan ke gelandang Liverpool, 3 gelandang rapat ke tengah(Lemar, Koke, dan De Paul), Bek sayap bergerak turun.

Skema bertahan Atletico terbukti cukup efektif terhadap segala situasi. Meskipun Henderson dan Firmino bergerak turun, Liverpool tetap kesulitan untuk melakukan penetrasi.

Jebakan pressing Atletico sukses membuat Liverpool kesulitan menciptakan peluang

Mekanisme pressing Atletico di sisi kiri.

Mekanisme pressing Atletico terbilang cukup unik. Mekanisme pressing Atletico di sisi kiri dan sisi kanan pertahanan berbeda. Di sisi kiri, Carrasco (Bek sayap kiri) tidak mencoba untuk menekan pemain Liverpool di sisi kanan melainkan lebih turun kebawah. Ini bertujuan agar tidak memberikan celah yang bisa di eksploitasi oleh Salah di sisi sayap. 

Carrasco bergerak turun dan tidak menekan Alexander-Arnold untuk meminimalisir celah di sisi sayap.

Berlawanan dengan Carrasco yang cenderung pasif, bek sayap Atletico di sisi kanan(Trippier) akan berusaha untuk menekan dengan agresif ke pemain sisi kiri Liverpool. Mengapa Trippier bisa menekan agresif? Nah, ini karena pergerakan dari Mane yang lebih ke dalam untuk membantu Liverpool yang sempat kesulitan melakukan penetrasi di sisi kanan. Akibatnya Trippier bisa dengan bebas untuk bergerak ke depan karena tidak harus menjaga Mane. Tujuan dari Mekanisme pressing Atletico yang berbeda di sisi kanan dan di sisi kiri ini adalah untuk memaksa Liverpool melakukan sirkulasi U atau bisa dibilang hanya umpan-umpan saja tanpa adanya aksi untuk menembus dan melakukan penetrasi ke pertahanan lawan.

Mekanisme pressing dari Atletico di sisi kanan, terlihat kalau Trippier menekan Robertson dengan agresif.
Liverpool yang terpaksa harus melakukan sirkulasi U karena jebakan pressing dari Atletico.

Struktur menyerang Liverpool yang memanfaatkan lebar lapangan

Pada pertandingan kali ini Liverpool menyerang dengan prinsip memanfaatkan lebar lapangan. Pertama-tama formasi awal Liverpool yang berbentuk 4-3-3 akan bertransformasi menjadi 2-1-4-3. Dua bek tengah Liverpool (Van Dijk dan Matip) aktif membantu serangan untuk mengirimkan umpan umpan pendek dan jauh ke pemain-pemain Liverpool lainnya. Henderson (gelandang bertahan) lebih bergerak turun dari posisinya yang bertujuan untuk memberi opsi umpan bagi bek Liverpool agar lepas dari pressing Atletico.

Dua gelandang tengah (Milner dan Keita) terlihat melebar untuk membuat gelandang dari Atletico untuk melebar sehingga tercipta celah antar gelandang. Lalu, pergerakan kedua bek sayap Liverpool (Robertson dan Alexander-Arnold) akan naik sejajar dan melebar dengan gelandang Liverpool ini bertujuan untuk memanfaatkan ruang kosong di sisi lebar lapangan. Sementara pergerakan antar pemain depan cukup cair dan saling bertukar posisi, ini bertujuan untuk dismarking/lepas dari penjagaan bek-bek Atletico. 

Dua bek sayap Liverpool memanfaatkan sisi lebar lapangan, pergerakan dari pemain depan Liverpool cair agar bisa lepas dari pengawalan bek-bek Atletico
Pergerakan dari  gelandang Atletico (Lemar) memilih untuk lebih bergerak ke dalam yang membuat Alexander-Arnold bisa mengeksploitasi ruang kosong di sisi lebar lapangan.

Kombinasi umpan jadi solusi bagi Liverpool untuk mengeliminasi pressing dari Atletico

Meski cukup kesulitan untuk membongkar pertahanan dan sistem pressing dari Atletico, ‘The Reds’ tahu bagaimana cara untuk mengeliminasinya. Bagaimana cara anak asuh Jurgen Klopp untuk membongkar sekaligus menembus pertahanan dan pressing dari Atletico? Caranya adalah dengan memanfaatkan kombinasi-kombinasi umpan dari pemain Liverpool. Nah, biasanya ketika Liverpool sedang menyerang di area lawan dan berada di tepi lapangan Liverpool membuat situasi kombinasi umpan dengan empat orang. 

Pertama-tama bek sayap (Robertson) akan ke depan, satu gelandang tengah (Milner) akan melebar hingga ke area tepi lapangan. Sedangkan, gelandang tengah lainnya (Keita) akan melebar tetapi tidak sampai ke area tepi lapangan. Tujuannya apa? Nah, dengan satu gelandang tengah melebar hingga ke tepi sedangkan yang yang satunya hanya melebar saja ini akan memancing gelandang Atletico mengikuti pergerakan dari dua gelandang Liverpool sehingga menimbulkan celah diantara mereka. Celah tersebut akan dimanfaatkan oleh Mane atau Firmino yang bergerak turun untuk menawarkan opsi umpan progresif bagi Robertson. Sehingga, Liverpool bisa melakukan penetrasi serangan ke depan.

Kombinasi Liverpool dengan empat pemain di area sayap. Terdapat celah diantara gelandang Atletico, celah tersebut dimanfaatkan Mane yang bergerak turun.
Jika Mane tidak bergerak turun, maka Firmino akan menggantikan peran Mane dengan bergerak turun untuk memberikan opsi umpan bagi Robertson.

Kesimpulan

Di pertandingan yang diwarnai dengan hujan gol ini saya melihat kalau Atletico tetaplah Atletico. Mereka tetap bisa menyulitkan tim besar untuk membuat peluang dan menembus pertahanan mereka. Liverpool terlihat kesulitan membongkar pertahanan Atletico. Namun, jangan sekali-sekali meremehkan kekuatan dari ‘The Reds’. 

Mereka memiliki solusi untuk membongkar pertahanan Atletico yang solid. Berhasil membongkar pertahanan Atletico dan mampu mencetak tiga gol ke gawang Atletico bukanlah hal yang mudah terlebih lagi mendapatkan gol-gol tersebut di menit-menit awal. Secara keseluruhan pertandingan ini berjalan cukup seru dan menarik untuk ditonton bagi penonton netral maupun pendukung masing-masing tim yang berlaga pada pertandingan ini. Akan menjadi menarik untuk dilihat bagaimana kiprah kedua tim ini di Liga Champions musim ini. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *