Analisis Pertandingan

Saling Meniadakan Peran Masing-Masing Playmaker

Manchester United menelan kekalahan pertama sejak ditangani Ole Gunnar Solskjaer di kandang sendiri. Meski tidak diperkuat Neymar, Cavani & Meunier, PSG mampu tampil dominan. Keluarnya Martial & Lingard menjadi titik balik kekalahan Man United. Secara taktikal, Tuchel mampu merespon & meredam strategi Solskjaer.

Susunan Formasi

Manchester United turun dengan kekuatan penuh saat menjamu PSG di Old Trafford. Gameplan Solskjaer dengan formasi 4-3-1-2 sama seperti saat melawan Spurs. Rashford & Martial akan melebar guna menyerang fullback PSG. Sedangkan PSG turun tanpa diperkuat Neymar & Cavani yang cedera. Kedua pemain ini digantikan oleh Di Maria & Draxler. Sementara Verratti yang baru sembuh dari cedera, tetap dimainkan oleh Tuchel. PSG tanpa bola bermain dengan formasi 4-3-3/4-4-2. Sedangkan saat menguasai bola, PSG akan bermain menggunakan 3 bek dengan formasi 3-4-3/3-4-2-1

Rencana Solskjaer dalam eksploitasi fullback tidak berhasil. Tuchel mengantisipasinya dengan memainkan Dani Alves di depan Kehrer. Tujuannya agar Kehrer tidak melakukan overlap seperti yang dilakukan Trippier dan Davies dalam laga melawan Spurs. Peran menyerang sisi kanan dipegang oleh Dani Alves. Praktis dengan taktik ini, saat terkena serangan balik, ada 3 bek dengan 1 runner (Kehrer) yang akan menutup pergerakan Martial maupun Rashford. Baik Kimpembe maupun Thiago Silva juga bermain sangat baik dalam bertahan. Kimpembe menjadi pemain kedua setelah Herrera yang sukses melakukan tackle (4). Sementara Thiago Silva menjadi pemain yang banyak melakukan clearances (10). Statistik ini menjelaskan peran bertahan dibagi dengan baik, Kimpembe sebagai stopper & Thiago melakukan cover.

Meniadakan Peran Playmaker

Kedua tim menerapkan pendekatan yang sama dalam membungkam peran playmaker. Marquinhos dipasang sebagai gelandang bertahan yang tugasnya marking Pogba. Rerata passing Pogba adalah 61 namun di pertandingan ini Pogba hanya mencatatkan 31 passing.

Di kubu Manchester United, Herrera yang ditugaskan untuk marking Verratti dengan cukup ketat. Tujuannya untuk merusak build up PSG dengan high press yang nampak berhasil di awal-awal pertandingan. Herrera menjadi pemain yang paling banyak melakukan tackle sukses di pertandingan ini (5).

Marquinhos marking Pogba, Herrera marking Verratti

Dengan bermain seperti ini maka akan ada 5 pemain Man United berada di tengah & sepertiga lapangan akhir PSG. Artinya akan ada ruang kosong di belakang Pogba & Herrera yang dieksploitasi Di Maria & Draxler. Tuchel merespon pressing United ini dengan menarik Verratti lebih ke dalam sehingga Herrera akan ikut. Pun Alves & Bernat yang dijaga masing-masing oleh Shaw & Young. Dengan kondisi ini, Matic sebagai satu-satunya DM akan menjaga sendirian area di depan 2 bek. Area ini yang kemudian dimanfaatkan pemain depan PSG terlebih saat transisi.

Draxler akan memancing Matic untuk menjaganya sampai tercipta ruang yang lebar di antara Matic dan 2 bek Man United. Lindelof & Bailly jadi rentan terkespos karena hanya ada Matic yang melakukan proteksi di depannya.

Matic berhasil dilewati & kondisi 3 v 3 berhasil diciptakan PSG

Titik Balik

Martial & Lingard secara bersamaan harus ditarik ke luar lapangan karena mengalami cedera. Dengan keluarnya kedua pemain ini membuat PSG lebih berani mendorong fullbacknya (terutama Bernat) untuk maju ke depan. Lingard yang digantikan Mata memang kelebihan dalam hal pressing dibanding penggantinya itu (pressing forward). Sementara Martial kerap menjadi ancaman dengan kemampuan drible diagonalnya. Sanchez tercatat hanya melakukan 1 dribble sukses dan harus kehilangan bola sebanyak 3 kali.

Alves leluasa melakukan overlap

Kesimpulan

Tuchel dengan brilian melakukan adaptasi terhadap taktik Solskjaer. Sukses dalam menetralisir Pogba, memainkan Alves, menarik Verratti lebih ke dalam, dan menyerang saat transisi dengan baik tergambar dalam prosesi gol kedua. Sementara Solskjaer tidak banyak merespon taktik Tuchel. Pogba yang terisolir tidak dirotasi secara posisi ke kanan atau bermain lebih deep agar memancing Marquinhos meninggalkan posisinya. Herrera juga meski sukses meredam peran Verratti namun posisi yang ditinggalkannya berhasil dieksploitasi dengan baik. Menarik melihat respon kedua manajer di leg kedua nanti. Mengingat Pogba bakal absen & pilar PSG kemungkinan akan kembali.

4 thoughts on “Saling Meniadakan Peran Masing-Masing Playmaker

    1. Sulit utk mengubah taktik ketika pertandingan sudah berjalan & pergantian sudah dipakai. Catatan dr SBR utk pertandingan ini lebih penggunaan Herrera sbg marker Verratti yg terlalu berani shg Matic bekerja sendiri di belakangnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *