Analisis Pertandingan

Pengaruh Perubahan Goal Kick pada Build Up Serangan

Musim ini akan jadi musim pertama perubahan peraturan goal kick diterapkan. Saya melihat di beberapa laga pramusim, ada perubahan dari gaya build up attack (bangun serang) dan gaya pressing untuk tim yang bertahan terutama untuk tim yang mengandalkan high pressing untuk menggagalkan bangun serangan dari bawah.

Latar belakang

Perubahan peraturan ini didasarkan atas evolusi taktik sepakbola modern yang menggunakan goal kick sebagai awal bangun serangan dari bawah. Sepakbola klasik cenderung menggunakan pendekatan direct dari goal kick umpan jauh ke depan. Perubahan ini tentunya akan mentrigger evolusi taktik itu sendiri. Di samping itu, peraturan lama kerap disalahgunakan saat umpan dari kiper ke CB terlalu lemah dan pemain lawan sudah dekat untuk melakukan pressing. CB akan masuk ke kotak penalti agar goal kick dapat diulang. Tidak fair.

Selain untuk menghindari ‘kecurangan’ tersebut, peraturan baru ini untuk akomodasi sepakbola modern yang memperlakukan goal kick itu sendiri sebagai advantage. Tim tidak akan serta merta ‘membuang’ goal kick dengan melakukan direct ball ke depan. Dengan peraturan lama, CB akan berdiri di luar kotak penalti sehingga area bermain menjadi sempit (warna putih).

Jika passing dari GK ke CB terlalu lemah sehingga membuat lawan melakukan pressing, CB bisa ‘mengakali’ dengan masuk ke kotak agar goal kick diulang

Metode build up untuk memperlebar area bermain ini dengan menempatkan CB ke samping kotak penalti. Namun metode ini membuat FB tidak bisa mundur ke areanya karena sudah ada CB yang melebar. Permasalahan lagi adalah jarak antar pemain jadi semakin jauh.

FB tidak bisa ke flank karena sudah ada CB. Jika pemain lawan bergerak menutup, maka akses passing tertutup

Memperlebar Area Bermain

Dengan aturan baru yang memperbolehkan pemain menyerang untuk masuk ke kotak penalti, membuat area bermain (putih) menjadi luas. Hal ini akan memberikan effort yang lebih untuk tim yang melakukan high pressing.

Pun begitu, melawan tim yang memiliki kemampuan pressing yang baik, build up ini tetap memberikan resiko. Terutama untuk tim yang tidak memiliki resistansi terhadap pressing yang tinggi. (Gol pertama Milan di pertandingan pramusim vs Man United bisa dijadikan contoh). Jadi peraturan baru ini tidak serta merta memudahkan tim yang menyerang (build up).

Inovasi Pep Guardiola

Di pertandingan Community Shield yang mempertemukan Manchester City dan Liverpool, Pep Guardiola memberikan inovasi dalam build up khususnya untuk peraturan baru ini. Seperti diketahui, Liverpool adalah salah satu tim yang memiliki model high pressing terbaik. Dengan model build up di atas, 2 CB akan berada di kotak penalti sementara opsi passingnya hanya 1, yaitu DM yang akan ditutup aksesnya oleh Firmino.

Pep mengubah build up dengan mengikutsertakan Bravo (GK) sebagai pembangun serangan juga. Dengan GK yang memiliki kemampuan passing, CB hanya 1 yang di dalam kotak penalti sementara 1 CB lagi di luar untuk menambah opsi umpan dan menambah tugas pemain Liverpool untuk dipressing. Mereka akan membentuk segi empat untuk melepaskan build up pertama dari first pressing line Liverpool.

Dengan posisi ini akses ke Stones dan Rodri terbuka
Bravo (GK) dilibatkan dalam build up

Skenario build up-nya jika Firmino melakukan trigger pressing ke Bravo (pembawa bola), maka passing lane ke Stones akan terbuka. Bola diumpan ke Otamendi untuk memberikan umpan ke Stones. Opsi lain ke Rodri, jika passing lane ke Rodri ditutup Salah, maka passing ke Zinchenko akan terbuka. Skenario lain jika disimulasikan kurang lebih sama, opsi ke pemain lain akan terbuka. Itulah mengapa Liverpool lebih banyak menunggu daripada melakukan pressing langsung ke dalam kotak penalti.

Menarik pastinya menatap musim depan dengan peraturan baru ini, khususnya untuk tim yang melakukan build up dari bawah dan melakukan high pressing. Untuk tim yang mempunyai pendekatan direct build up tentunya tidak akan banyak berpengaruh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *